Artikel Terbaru

Album ke-17 "Remake" dari Yossy Telah Rilis di SoundCloud

Album ke-17 "Remake" dari Yossy merupakan proyek kompilasi remake masif yang merangkum esensi kreativitas bermusiknya di bawah identitas Ordinary Man . Dirilis secara resmi melalui platform SoundCloud , album ini menjadi penanda evolusi artistik musisi asal Bandung ini dalam mengolah genre ambient house dan breakbeat . [ 1 ] Berikut adalah poin-poin pembahasan utama mengenai album ke-17 Yossy: 1. Eksplorasi Skala Besar (30 Lagu Remake ) Berbeda dari rilisan album konvensional yang biasanya hanya berisi 10 hingga 12 lagu, album ke-17 ini menjadi sangat istimewa karena merangkum total 30 trek aransemen ulang . Melalui proyek ambisius ini, Yossy membedah kembali katalog lagu miliknya maupun karya relevan lainnya untuk disuntikkan nyawa baru yang lebih tenang, emosional, namun tetap memiliki ritme ( groove ) yang konsisten. 2. Karakteristik Musik: Lanskap Suara Ambient House Secara musikalitas, album ini setia pada jalur ambient house yang dipadukan dengan ketukan electronic...

Berapa Partisi Ideal untuk Install Linux? Ini Jawabannya!

Berapa Partisi Ideal untuk Install Linux? Ini Jawabannya!

Saat akan menginstal sistem operasi Linux, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya adalah jumlah partisi yang dibutuhkan oleh sistem operasi Linux supaya bisa berjalan dengan lancar. Jumlah partisi tergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna dan ada yang bersifat wajib maupun tidak wajib. Namun, secara umum, ada beberapa partisi utama yang biasanya digunakan, diantaranya adalah:

Kebutuhan Partisi untuk Install Linux

  • Root (/) – Partisi utama tempat sistem operasi Linux dan aplikasinya terinstal (mirip seperti drive C Windows dan Program Files pada sistem operasi Windows). Untuk ukuran partisinya, biasanya direkomendasikan minimal 20-30 GB, tergantung pada Distribusi Linux dan aplikasi yang akan digunakan.

Saya pribadi menggunakan Distribusi Linux Ubuntu 25.04, jadi kapasitas partisi untuk Root (/) saya alokasikan sebesar 150GB supaya lebih leluasa menginstal banyak aplikasi dan cukup untuk update sistem yang diberikan Ubuntu secara berkala.

  • Swap – Digunakan sebagai ruang swap jika RAM penuh. Besarnya tergantung pada kapasitas RAM:

    1. Jika RAM < 4 GB, swap = 2x RAM. 
    2. Jika RAM 4 - 8 GB, swap = 1x RAM. 
    3. Jika RAM > 8 GB, swap bisa lebih kecil atau bahkan tidak diperlukan.  

Pada kasus Saya, untuk Swap dialokasikan sebesar 8GB, karena PC/AIO yang Saya gunakan hanya memiliki 4 GB RAM fisik, jadi supaya aman saya kalikan 2 (dua). Contoh: 4 GB x 2 = 8GB. atau bisa juga cukup menambah Swap seukuran RAM fisiknya sebesar 4 GB.

  • Home (/home) – Menyimpan data pengguna seperti dokumen, gambar, dan konfigurasi. Ukurannya bisa bervariasi tergantung kebutuhan. Kegunaan partisi ini adalah supaya dokumen pekerjaan yang kita simpan tidak akan hilang/terhapus saat sistem operasi tidak berjalan normal dan butuh perbaikan atau bahkan harus instal ulang.

    Tapi ada juga yang tidak mau menambah partisi Home (/home), cukup partisi Root (/) saja. Bagi Saya, partisi Home (/home) ini wajib, terutama buat yang akan menjadikan Linux sebagai sistem operasi utama/tunggal tanpa dual boot dengan sistem operasi Windows misalnya. Untuk besaran partisi Home (/home) saya alokasikan sebesar 100 Gb.

  • Boot (/boot) (opsional) – Digunakan untuk menyimpan boot loader dan kernel Linux, biasanya sekitar 500MB - 1GB. Besaran partisi Boot (/boot) yang saya alokasikan sebesar 1 GB, biar lebih safety aja.
  • EFI (/efi) atau (/boot/efi) – Jika menggunakan UEFI, diperlukan partisi EFI berformat FAT32, sekitar 100-500 MB. Untuk partisi ini, Saya pribadi mengalokasikan sebesar 1 GB, dan lagi-lagi buat jaga-jaga aja.

Jika hanya ingin instalasi sederhana, cukup gunakan Root dan Swap. Tapi jika ingin lebih terstruktur, bisa tambahkan Home, Boot, dan EFI, tergantung seberapa besar harddisk yang kalian miliki. Saya sendiri lebih prefer mempersiapkan partisi secara lengkap. 

Semoga artikel ini ada manfaatnya sekaligus sebagai referensi jika kalian sedang berencana menginstal Distribusi Linux sebagai sistem operasi utama/dual boot sebagai secondary OS.

Like dan share artikel ini ke semua media sosial kalian jika dirasa bermanfaat. Follow juga laman Blog ini agar tidak ketinggalan artikel terbaru dari ysscorner.blogspot.com dan kunjungi juga blvckkarko.blogspot.com jika kalian tertarik informasi seputar otomotif. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Adios permios.

Sumber: Microsoft Copilot sebagai referensi